Senin, 23 Oktober 2017 - 10:26:42 WIB
PELAYANAN PRA RUMAH SAKIT
Diposting oleh : Administrator
Kategori: KESEHATAN - Dibaca: 82 kali

           Sebuah peristiwa dapat membawa banyak makna. Kejadian seorang kiper Persela Lamongan yang meninggal di lapangan baru – baru ini, membawa banyak penyadaran pentingnya perbaikan di sektor pelayanan kegawatdaruratan pra-rumah sakit. Pemeriksaan awal seperti pemeriksaan respon dan nadi menjadi sangat krusial, mengingat korban ditemukan tidak sadar diri, dan nampak mengalami henti nafas. Dengan pemeriksaan nadi kita dapat menentukan apakah korban tersebut memerlukan pijat jantung dini, yaitu pada saat masih berada di tempat kejadian. Pijat jantung dapat pula dilakukan oleh orang awam yang sudah dilatih sehingga bantuan terhadap korban dapat dimaksimalkan. Bantuan nafas dengan pocket mask sederhana maupun ambu bag juga dapat diberikan saat korban masih berada di tempat kejadia.

         Bagi korban akibat trauma/kecelakaan, penanganan awal memegang peranan penting dalam keseluruhan manajemen pra rumah sakit. Mengamankan leher korban dengan pemberian cervical collar atau dengan menopang leher di kedua sisi dengan kedua lengan bawah penolong sebelum proses pemindahan korban sangat penting untuk mencegah trauma lebih lanjut. Proses pemindahan korban dari tempat kejadian perlu mempertimbangkan aspek safety dan do no harm. Memindahkan korban dengan sejajar dan simultan, memfiksasi tubuh dengan strapping stretcher dan melindungi leher kepala merupakan prosedur yang tidak bisa ditinggalkan.  Proses transfer pasien kritis memiliki esensi memanfaatkan waktu transfer untuk terus melakukan pertolongan, bahkan di dalam ambulans. Dengan meningkatkan fasilitas di dalam ambulans, pertolongan yang dikerjakan dapat dimaksimalkan selama proses transfer, sebelum mencapai rumah sakit.


            Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun, marilah peristiwa ini menjadi titik awal perubahan untuk perbaikan di semua lini layanan pra-rumah sakit. Karena sebagian besar korban tidak sadarkan diri dan henti jantung terjadi di luar rumah sakit, menjaga kehidupan itu, menjadi tanggung jawab kita bersama, dengan latar belakang pekerjaan apapun, di manapun kita berada. Karena pada dasarnya, time saving is life saving.



dr. Bobi Prabowo ,Sp.EM




0 Komentar :